-->

[ADS] Top Ads

Peluang Usaha Ternak yang Cepat Panen dan Menguntungkan

PROFIT.web.id - Bisnis ternak rasanya tidak pernah ada matinya. Makanya tidak heran jika peluang usaha ternak yang cepat panen dan menguntungkan banyak dicari orang-orang yang ingin mencoba berbisnis.

Perkembangan binatang ternak pun kini tidak sebatas pada hewan yang bisa dikonsumsi manusia seperti ayam ,sapi, atau kambing saja, tapi juga mulai merambah hewan yang sebelumnya kurang dilirik seperti kroto atau cacing untuk pakan hewan.

Nah, jika ingin menggeluti bisnis ini, simak dulu yuk peluang usaha ternak yang cepat panen dan menguntungkan berikut ini.

peluang usaha ternak yang cepat panen dan menguntungkan

1. Ternak Lele

Bicara peluang usaha ternak yang cepat panen dan menguntungkan rasanya belum lengkap sebelum menyebut lele terlebih dahulu. Memang dibandingkan dengan hewan lainnya, lele sangat mudah untuk dikembangkan.

Untuk memulai ternak lele, kita bahkan tidak butuh lahan yang terlalu luas. Ternak lele bisa dimulai di pekarangan rumah dan ditampung menggunakan kolam buatan yang dibuat dengan terpal, drum, aau bahkan ember besar.

Untuk pakannya pun sangat murah meriah. Selain memberinya pelet dan makanan ikan pada umumnya, lele juga dapat bertahan hidup dengan memberinya pakan limbah tanpa mengurangi kadar gizi yang dihasilkannya.

Bibit lele pun dapat dibeli dengan harga yang sangat murah. Tergantung jenis dan ukurannya, bibit lele dijual antara Rp100 - Rp500 per ekornya. Dengan masa panen 40-50 hari, lele bisa terjual antara Rp15.000 - Rp25.000 per kilonya.

2. Ternak Burung Kicau

Burung kicau adalah salah satu hewan yang populer untuk dipelihara. Selain tidak butuh banyak tempat, burung kicau juga memiliki suara yang merdu dan dapat memberikan relaksasi. Beberapa jenis yang cukup populer adalah burung jalak suren, murai baru, lovebird, hingga kenari.

Belakangan bisnis ternak burung kicau ini semakin menanjak dan banyak orang yang mulai mempelajari cara memeliharanya. Jadi bukan hanya untuk pecinta burung saja, burung kicau juga menarik minat banyak pecinta hewan biasa.

Harga burung sendiri snagat relatif tergantung dari banyak hal. Selain tampilannya, suaranya yang merdu bisa membuat harga burung kicau menjadi mahal. Jika sudah pernah memenangi kontes, harga burung bahkan bisa melonjak drastis, termasuk untuk anakannya.

3. Ternak Ikan Hias

Ikan hias berbeda dengn ikan lain pada umumnya karena mereka memiliki tampilan yang jauh lebih atraktif seperti bentuk sirip yang menarik atau warna yang lebih mencolok. Dengan keindahannya, ikan hias sangat cocok untuk dipelihara di dalam akuarium sebagai penghias ruangan. Beberapa ikan hias lain seperti ikan koi bahkan seringkali dianggap sebagai pembawa keburutungan bagi pemiliknya.

Sama seperti burung kicau, peminat ikan hias juga relatif banyak. Jadi peluang usaha ternak ikan hias juga cukup menjanjikan jika dijalani dengan serius.

Untuk memulai budidaya ternak ikan hias , kita cukup menyediakan ruangan yang cukup untuk menampung beberapa akuarium untuk memisahkan ikan hias sesuai dengan umurnya. Namun untuk pakan bisa sedikit mahal, terutama untuk ikan hias tertentu yang butuh makanan bergizi tinggi. Namun dengan hasil yang optimal, harga jual ikan hias yang dirawat dengan baik juga akan mahal dan bisa mendatangkan keuntungan.

4. Ternak Kroto

kroto, usaha ternak potensial dengan untung besar

Selain jangkrik, pakan burung dan ikan lain yang akhir-akhir ini cukup populer adalah kroto. Dengan kandungan gizinya yang tinggi, kroto menjadi makanan pilihan bagi peternak yang ingin memberi makanan sehat pada hewan peliharaannya.

Kroto sendiri adalah telur dari semut rangrang (semut merah). Bentuknya lonjong dan berwarna keputihan. Meski bisa ditemui di alam bebas, semut kroto dapat dibeli dengan mudah di online marketplace Indonesia.

Tempat yang dibutuhkan untuk budidaya kroto tidak terlalu besar. Hal ini bahkan bisa dilakukan dengan memanfaatkan toiples bekas di rumah. Untung yang bisa didapat dari bisnis ternak kroto ini pun cukup menjanjikan. Untuk saat ini, kroto dihargai antara Rp100K hingga Rp150K per kilonya.

5. Ternak Jangkrik

Dengan meningkatnya peminat ikan hias dan burung kicau, permintaan akan jangkrik sebagai pakan kedua hewan tersebut juga semakin meningkat. Hal ini tentu menjadi peluang usaha tersendiri bagi mereka yang ingin memulai bisnis.

Dengan kebutuhan lahan yang tidak terlalu luas, ternak jangkrik dapat dilakukan di mana saja termasuk rumah sendiri. Bibit jangkrik dapat dibeli dengan harga murah dan pakannya pun dapat dengan mudah ditemukan.

Tidak hanya sebagai pakan hewan, beberapa jenis jangkrik seperti jangkrik kalung dan jangkrik alam bahkan bisa diolah menjadi santapan lezat di beberapa daerah di Indonesia. Jangkrik sendiri memiliki kadar gizi yang tinggi, terutama protein, yang tidak hanya membuatnya lezat, tapi juga menyehatkan.

6. Ternak Belut

Sama seperti lele, ternak belut adalah salah satu opsi jika kita ingin mencari hewan ternak yang cepat panen. Selain itu belut juga lebih kebal penyakit sehingga mudah dipelihara dibanding ikan.

Belut sendiri sebenarnya termasuk golongan ikan, namun secara fisik bentuknya panjang menyerupai ular, tidak bersisik, dan tidak memiliki sirip yang jelas. Kandungan gizi dalam belut termasuk tinggi, terutama protein dan lemak, dan membuat belut tidak hanya enak dikonsumsi tapi juga menyehatkan.

Di Indonesia sendiri belut menjadi makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari. Selain diolah menjadi makanan siap santap, belut juga sering diolah menjadi cemilan seperti keripik belut.

Budidaya belut sendiri hampir mirip dengan lele. Untuk medianya kita bisa menggunakan lahan terbatas dengan terpal atau drum. Meski begitu ada penambahan media lumpur jika kita mengembangkan belut sawah.

Untuk harganya sendiri, belut biasanya lebih mahal dibanding ikan biasa atau bahkan lele. jadi sebagai alternatif peluang usaha ternak yang menguntungkan, belut patut diperhitungkan.

7. Ternak Cacing Sutera

cacing sutra, peluang usaha ternak yang menguntungkan

Cacing sutera adalah salah satu pakan alami untuk budidaya perikanan yang dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan permintaan. Cacing sutera sendiri biasanya dipakai pada fase pembenihan agar kebutuhan giizi ikan agar tumbuh kembangnya sempurna.

Dengan ukurannya yang tidak terlalu besar, cacing sutera dapat diternak di lahan yang terbatas. Media yang diperlukan pun tidak butuh biaya besar karena cacing bisa disimpan di media apapun yang bisa menampung air.

8. Ternak Kelinci

Kelinci adalah hewan lucu yang khas dengan telinga panjangnya. SMeski ada yang mengembangkan kelinci sebagai hewan peliharan, ada juga kelinci khusus yang bisa diternak untuk diambil daging atau bahkan kulitnya.

Beberapa jenis kelinci yang sering diternak untuk diambil dagingnya antara lain flemish giant, neew zealand white, atau netherland dwarf. Beda dengan kelinci pada umumnya, kelinci pedaging ini memiliki bobot yang jauh lebih besar, kadang hingga di atas 5 Kg.

Keliinci sendiri adalah jenis hewan mamalia dengan tingkat produktifitasnya sangat tinggi. Dalam satu tahun kelinci bisa melahirkan antara 4-6 kali. Selain itu, kelinci juga bisa melahirkan beberapa anak sekaligus. Ini membuat ternak kelinci menjadi lahan yang menguntungkan bagi peternak.

9. Ternak Burung Puyuh

Selain ayam dan bebek, unggas lain yang bisa menjadi peluang usaha ternak yang cepat panen dan menguntungkan adalah burung puyuh. Dibanding unggah pada umumnya, burung puyuh memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Meski begitu burung ini tetap dapat dimanfaatkan untuk diambil daging atau telurnya.

10. Ulat Hongkong

ulat hongkong, peluang usaha ternak yang cepat panen

Hewan ternak terakhir yang punya prospek bagus sebagai bisnis adalah ulat hongkong. Hewan yang kaya akan protein, kalori dan omega-3 ini umumnya digunakan sebagai pakan burung kicau. Namun tidak hanya itu, ulat hongkong juga sering digunakan sebagai makanan ikan, reptil, hingga manusia.

Di Korea sendiri, ulat hongkong sudah diteliti dan dikembangkan menjadi mekanan enak berbentu piza, pasta, atau bubur. Selain itu ulat ini juga dihaluskan menjadi bubuk yang nantinya bisa dipakai sebagai bahan utama roti, biskuit, atau mie.

Bagi yang tertarik beternak ulat hongkong, peluang bisnis ini masih terbuka lebar. Keuntungan yang didapat pun cukup besar mengingat 1 kg bibit ulat dewasa bisa menghasilkan puluhan kilo ulat baru dalam kurun waktu 3-4 bulan. Harga ulat ini pun cukup mahal dan bisa mencapat di atas Rp100.000-an per kilonya.


Bagaimana, cukup banyak kan peluang bisnis ternak yang bisa dicoba. Jika memiliki modal dan sedikit lahan tak terpakai, beternak bisa menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Agar cepat balik modal, kita bisa memilih hewan ternak yang cepat bereproduksi dan memiliki harga pakan yang tidak terlalu mahal. Dengan harga yang relatif stabil, peluang usaha ternak cepat panen bisa sangat menguntungkan bagi siapa saja.


4 komentar

  1. Ayahku juga ternak ikan, termasuk ikan lele. Katanya dari semenjak aku di kandungan sampai sekrang aku sudah berkeluarga hehe
    Paling sering sih ternak ikan mujair

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang enak ternak lele, beranaknya cepet banget, lahannya juga gak butuh banyak tempat. Dulu saya sama sepupu pernah buat kolam pake terpal buat lele. Sayang belum lama jalan dah diprotes tetangga soalnya baunya kemana2. Pelajaran juga nih buat yang bikin kolam lele di lahan sempit supaya lebih diperhatiin air kolam dan pembuangannya :)

      Hapus
  2. Ini maksudnya hewan yang cepat panen ya? bukan cara mempercepat. Kirain bisa gitu ternak lele seminggu panen... wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wogh, bisa banget mas. Beli lelenya yang dah gede, di rumah nanti tinggal digemukin. Dijamin kurang dari seminggu bisa panen, kekeke

      Hapus

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id