-->

[ADS] Top Ads

7 Cara Mendapatkan Modal Untuk Usaha

PROFIT.web.id - Modal adalah salah satu elemen penting yang diperlukan dalam berbisnis. Dengan modal, kita bisa memulai bisnis yang kita impikan. Dengan modal pula, kita bisa mengembangkan bisnis yang sudah dijalankan.

Sayangnya modal seringkali menjadi masalah bagi banyak pebisnis. Apalagi jika dibutuhkan dengan cepat dan dalam jumlah yang besar.

Untungnya kini ada banyak langkah mendapatkan modal usaha yang bisa dilakukan. Caranya pun tidak harus melulu dengan menguras tabungan yang ada.

cara mendapatkan modal untuk usaha

1. Menabung

Menabung adalah cara mendapatkan modal minim resiko karena kita tidak menambah jumlah hutang baru. Jika kita tidak terburu-buru dalam menjalankan bisnis, maka menabung adalah cara yang tepat untuk mengumpulkan modal.

Hal ini bisa dilakukan dengan menyisihkan dana sedikit demi sedikit dari total penghasilan bulanan. Agar dana tidak tercampur, kita bisa membuat tabungan terpisah atau membuka deposito berjangka.

2. Investasi

Selain menabung, investasi juga bisa menjadi salah satu opsi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal usaha. Keuntungan yang didapat dari investasi nantinya bisa diambil sebagian atau seluruhnya dan digunakan untuk modal usaha. Sama seperti menabung, dengan cara ini kita tidak perlu berhutang terlebih dahulu untuk memulai usaha.

Sayangnya cara ini mungkin tidak akan cocok untuk mereka yang butuh modal usaha dengan cepat, karena mendapatkan passive income dengan cara ini umumnya butuh waktu yang cukup lama.

3. Menjual Aset

Menjual aset seperti emas, saham, tanah, bangunan, atau kendaraan adalah salah satu cara untuk mendapatkan modal dengan cepat dan dalam jumlah besar. Jika kita sudah memiliki rencana bisnis yang tepat, maka aset-aset ini bisa kita dapatkan kembali saat bisnis sudah mencatatkan untung.

Meski begitu cara ini memiliki resiko yang cukup besar, apalagi jika bisnis yang dilakukan ternyata mengalami kerugian. belum lagi usaha yang dilakukan mungkin akan butuh waktu lama sampai bisa mengumpulkan cukup dana untuk menebus kembali aset-aset yang sudah dijual.

4. Menggadaikan Aset

Jika menjual aset terasa berat, opsi lain yang bisa dilakukan adalah menggadaikan aset-aset tersebut ke lembaga/institusi pegadaian.

Dibandingkan menjualnya, menggadaikan aset akan membuat kita tetap memiliki aset tersebut. Modal pun berhasil kita dapatkan meski nilainya mungkin akan jauh dibanding harga aset yang sebenarnya. Namun jangan lupa menebusnya jika tidak ingin aset tersebut disita.

5. Joint Venture

Jika kita memiliki ide usaha, kita bisa merealisasikan ide tersebut bersama orang lain yang memiliki modal. Bentuknya bisa berupa patungan modal, atau menyerahkan modal sepenuhnya kepada orang lain.

Dengan cara ini, kita bisa mengajak orang lain seperti teman, kerabat, atau pemodal lain untuk bersama-sama membangun usaha. Keuntungan yang didapat nantinya bisa dibagi dengan adil dengan para pemodal. Pastikan saja sebelum memulai bisnis ada perjanjian hitam di atas putih, terutama masalah pembagian untung dan rugi, agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.

6. Mendapatkan Modal dari Konsumen

Dibanding kebanyakan ide usaha pada umumnya, ada beberapa jenis usaha yang bisa dilakukan dengan menggunakan modal dari konsumen.

Bisnis yang bisa menggunakan sistem pemodalan seperti ini umumnya menyertakan DP (down payment) dalam tata cara pembayarannya. Uang DP yang berkisar antara 25-50% ini nantinya bisa digunakan sebagai modal awal hingga pekerjaan selesai dan kita dibayar seluruhnya. Sebagai contoh, katering, jasa percetakan, atau jasa titip bisa dilakukan dengan modal dari konsumen.

7. Meminjam

a. Meminjam dari Teman dan Kerabat

Jika kita ingin meminjam uang untuk modal usaha, orang yang bisa kita mintai bantuan untuk pertama kalinya adalah orang terdekat seperti orang tua atau anggota keluarga lain. Meski uang yang didapat mungkin tidak akan sebesar pinjaman bank, biasanya kita tidak akan dikenakan bunga pinjaman saat mengembalikannya.

b. Meminjam dari Bank

Meminjam dari bank memungkinkan kita untuk mendapatkan modal yang lebih besar dan dalam waktu yang cepat.

Program pinjaman di bank sendiri ada bermacam-macam. Sebagai contoh, ada program Kredit Multi Guna (KMG) di mana kita bisa mendapatkan bantuan modal dengan memberikan jaminan. Bunga yang ditawarkan berkisar antara 9-12% dengan piliah tenor yang beragam sesuai dengan besarnya pinjaman.

Selain itu ada juga fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) di mana kita bisa meminjam tanpa jaminan apapun. Meski begitu bungannya cukup besar dan proses seleksinya jauh lebih ketat dibanding KMG.

c. Meminjam Melalui Koperasi

Selain bank, institusi lain yang menyediakan pinjaman modal adalah Koperasi Simpan Pinjam. Dibanding bank, bunga pinjaman Koperasi Simpan Pinjam umumnya lebih kecil. Meki begitu, biasanya kita harus terdaftar dulu sebagai anggota koperasi untuk dapat melakukan pinjaman.

d. Meminjam Melalui Aplikasi P2P Lending

P2P lending adalah perusahaan finansial yang menjadi wadah untuk mempertemukan pemodal dengan pemilik usaha secara daring.

Sistem kerjanya sendiri cukup sederhana di mana pengusaha akan mengajukan kredit pada perusahaan P2P lending. Jika diterima, maka usaha tersebut akan diajukan pada aplikasi P2P lending agar pemodal bisa melihat dan menanamkan modal mereka pada usaha tersebut.


Bagaimana, ada banyak kan cara mendapatkan modal usaha yang bisa kita lakukan?

Jika kita memliki rencana untuk membuka usaha sendiri di kemudian hari, maka menabung dan berinvestasi bisa dilakukan dari sekarang agar nanti saat kita memulai modal sudah terkumpul cukup banyak. Namun jika kita butuh modal segera untuk mengembangkan bisnis, ada banyak skema pinjaman modal yang tidak kalah menarik untuk dipertimbangkan.

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id