-->

[ADS] Top Ads

9 Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Franchise yang harus Kamu Tahu

PROFIT.web.id - Pernah dengar yang namanya usaha Ayam Gepuk Pak Gembus? Bagaimana dengan Minuman Dum Dum Thai Tea atau Mynum? Kalau Indomart atau Alfamart pasti sudah tahu kan?

Meski berbeda-beda, semua nama usaha yang disebut tersebut adalah salah satu bisnis franchise populer yang ada di Indonesia. Selain nama-nama tersebut, masih ada banyak lagi ribuan brand lain yang mungkin familiar di telinga kita.

Bisnis franchise sendiri memang sangat menggiurkan. Salah satu kelebihannya adalah sistemnya yang sudah dirancang sedemikian rupa agar pembeli franchise dapat dengan mudah memulai bisnis mereka sendiri.

Meski begitu ada banyak hal yang harus diperhitungkan sebelum mengikuti bisnis franchise semacam ini. Selain kelebihannya, sudah tahukah kita apa saja kekurangan bisnis franchise?

kelebihan dan kekurangan bisnis franchise

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Franchise (Waralaba)

Franchise atau waralaba adalah bisnis di mana pihak tertentu (franchisee) dapat menjual produk atau jasa atas seijin pemilik usaha (franchisor) dengan biaya tertentu (franchise fee).

Sama seperti bisnis lain pada umumnya, bisnis franchise juga memiliki plus dan minusnya sendiri. Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan bisnis franchise?

Kelebihan Bisnis Franchise

1. Manajemen Bisnis yang Sudah Berjalan

Selain niat dan modal, salah satu yang dibutuhkan sebelum memulai usaha adalah rencana bisnis yang baik. Setelah mendapatkan ide bisnis yang baik, kita juga harus memikirkan bagaimana sistem kerjanya, dari mana suppliernya, hingga bagaimana cara memasarkannya.

Dengan mengikuti bisnis franchise, semua hal ini tidak perlu lagi dilakukan secara intens karena bisnis semacam ini sudah memiliki manajemen bisnis yang baik. Dengan begitu franchisee hanya perlu menjalankan skema bisnis yang sudah ditetapkan franchisor saja.

2. Memiliki Brand yang Sudah Dikenal

Memasarkan usaha atau produk baru bukanlah hal yang mudah. Padahal untuk bisa menarik banyak kustomer potensial, pelanggan harus familiar dengan produk yang ditawarkan.

Hal ini sedikit berbeda dengan bisnis franchise yang beberapa di antaranya bahkan sudah memiliki nama yang cukup besar. Dengan begitu kita tidak perlu lagi mengeluarkan modal besar untuk melakukan promosi demi mendapat konsumen baru.

3. Memiliki Sistem Manajemen Keuangan yang Mudah Digunakan

Karena bisnis franchise sudah memiliki mitra, maka manajemen keuangan di dalamnya juga sudah tertata dengan baik. Sistem manajemen keuangan yang sudah menjadi pakem ini tentunya akan mempermudah pemilik bisnis untuk mengatur keuangan usaha mereka.

4. Dukungan Penuh dari Franchisors

Kelebihan penting lain dari bisnis franchise adalah adanya dukungan penuh dari pemilik usaha franchise (franchisor). Saat kita terdaftar sebagai franchisee, franchisor akan tetap aktif memantau perkembangan usaha para mitranya. Tidak jarang, dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas bisnis saja, namun juga hal lain seperti pelatihan khusus atau seminar-seminar mengenai kiat berbisnis franchise pada mitra.

5. Butuh Modal yang Relatif Kecil

Usaha waralaba seperti indomart atau Alfamart memang butuh modal yang sangat besar. Namun selain kedua nama tersebut masih ada ribuan bisnis franchise lain yang bisa dimulai dengan modal yang relatif kecil.

Beberapa pemilik usaha franchise bahkan menyediakan beberapa skema bisnis yang bisa ditebus dalam beragam rentang harga sesuai kemampuan pemilik modal.

Kekurangan Bisnis Franchise

1. Dikendalikan Penuh Oleh Franchisor

Meski kita menjalankan sendiri bisnis franchise yang kita beli, pada banyak kasus kontrol atas bisnis tersebut tetap dipegang oleh pemilik franchise. Selain memastikan adanya quality control, hal ini juga dilakukan agar franchisee bisa memiliki untung yang optimal.

Tidak hanya itu, para mitra franchise pun dilarang untuk melanggar ketentuan yang sudah ditentukan. Salah satunya adalah melakukan pengembangan pada produk milik franchisor.

Selain itu jangan lupa juga jika kebanyakan bisnis franchise menerapkan sistem kontrak kepada para mitranya. Hitungannya mulai dari tahunan hingga di atas 10 tahun. Jika masa kontrak selesai, maka para mitra dilarang untuk memperjualbelikan produk franchisor. Jangan sampai dilanggar karena ada sanksi tersendiri untuk hal ini.

2. Adanya Pembagian Keuntungan

Selain membayar franchise fee di awal, pemilik bisnis franchise juga umumnya masih akan dikenakan royalti fee yang dibayar tahunan. Jadi saat mendapatkan laba, jangan lupa untuk meyisihkannya untuk membayar fee ini jika kita ingin terus melakukan bisnis yang sama.

3. Tidak Bisa Memilih Supplier Sendiri

Salah satu komponen penting dalam bisnis adalah supplier. Dengan memilih supplier yang tepat, kita bisa mencari bahan dan perlengkapan yang lebih murah. Dengan menekan angka produksi, untung yang diperoleh pun bisa lebih besar. Sayangnya jika kita menjalankan bisnis franchise, hal ini tidak bisa dilakukan karena supplier sudah diurus oleh pihak franchisor.

4. Reputasi Bisnis yang Rentan Terpengaruh

Reputasi bisnis franchise umumnya sangat tergantung kepada banyak faktor. Padahal reputasi sangat penting dalam kelangsungan sebuah bisnis.

Hal ini tenti menjadi persoalan besar bagi bisnis franchise karena reputasi para mitra akan sangat tergantung dari mitra lainnya. Jika ada salah satu gerai yang memiliki reputasi buruk, dampak negatifnya bisa saja dirasakan oleh mitra lain yang ujung-uungnya bisa menurunkan omset.


Sama seperti bisnis pada umumnya, ada untung-rugi yang harus dipertimbangkan sebelum membeli sebuah franchise. Meski ada beberapa kekurangan, bisnis franchise tetap menjadi pilihan yang baik, terutama bagi yang tidak ingin repot dengan masalah konsep dagang dan ingin segera memiliki usaha.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini pun tidak terlalu besar. Beberapa bahkan tidak butuh lahanyang terlalu luas dan kita bisa menyewa lokasi usaha depan Indomart dan Alfamart untuk memasarkannya.

4 komentar

  1. Terima kasih atas artikelnya, aku jadi nambah info seputar plus minusnya usaha berbasis franchise, walau kalau menilik point pointnya hampir imbang ya antara keduanya..,
    Dan ya g menjadi sorotanku adalah pas pembagian laba dan QC nya dimana kesepakatan di awal memang harus dipegan teguh selama masih bermitra... baik dari sisi franchisee maulun franchisornya ya, sekalipun dalam perjalanannya ada niatan ingin improve prodak dagangan...ternyata hal tersebut tidak diperkenankan karena tidak terdapat dalam kesepakatan awal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, umumnya mitra sangat terikat sama franchisor. Ada plus minusnya sih, tapi enaknya memang jadi tidak merepotkan mitra. Kalau mau improve produk mungkin bisa kepikiran buka usaha mandiri dengan memakai blueprint dari waralaba yang pernah diikuti.

      Hapus
  2. Kalau menurut aku, dikendalikan oleh franchisor bukan kelemahan, malah kelebihan. Kepastian aturan dan keadilan diterapkan di sini. Kita tinggal ikutin saja cara mereka, yang sudah terbukti sukses.

    Dari dulu pingin banget sih beli franchise tapi masih milih2 dan belum pede, akhirnya sampai sekarang belum punya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, buat yang baru berbisnis cara ini memang lebih banyak untungnya. Tapi kalau sudah punya mindset pebisnis, selalu ada celah yang bisa dikembangkan yang sayangnya terbatas karena keterikatan dengan franchisor.

      Hapus

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id