-->

[ADS] Top Ads

7 Tips Memulai Bisnis Online Bagi Pemula

PROFIT.web.id - Dulu memulai bisnis identik dengan modal yang besar dan membuka toko offline. Namun dengan kemudahan teknologi dan perkembangan sosial media, kini bisnis bisa dilakukan tanpa memiliki kedua hal tersebut.

Saking mudahnya, bisnis online bahkan sering dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan. Tanpa mengganggu pekerjaan utama, bisnis online bisa dijalankan dari mana saja dan kapan saja tanpa perlu memiliki toko fisik. Tidak heran jika kini bisnis online dilirik banyak orang, mulai dari karywawan, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pelajar sekolah.

Meski terlihat mudah, bukan berarti semua orang bisa sukses berbisnis online. Dari sekian ribu orang yang mencoba, mungkin hanya beberapa saja yang bisa benar-benar sukses.

Nah, jika ingin mencobanya juga, simak dulu yuk tips memulai bisnis online bagi pemula berikut ini!

Cara Memulai Bisnis Online dari Nol

cara memulai bisnis online dari nol untuk pemula


1. Siapkan Mindset yang Benar

Selain modal dan ide, satu hal lain yang tidak kalah penting sebelum memulai bisnis adalah mindset. Memiliki mindset pebisnis yang baik akan sama seperti memiliki pondasi yang baik untuk usaha kita nantinya. Jika mindsetnya sudah benar, maka langkah selanjutnya juga akan benar. Dan apapun yang terjadi pada bisnis tidak akan dengan mudah membuat kita cepat puas ataupun goyah.

Beberapa mindset yang harus dimiliki pebisnis pemula, termasuk bisnis online, antara lain:

  • Jangan harap cepat kaya dari bisnis online. Meski kita sering mendengar kisah sukses pebisnis online, tidak semua orang bisa menirunya sama persis. Jadi pasang target yang realistis dan terus lakukan usaha untuk mengembangkan bisnis.
  • Semua butuh proses. Sama seperti banyak hal dalam hidup, untuk sukses menjadi pebisnis online juga butuh proses. Satu hal yang perlu diingat, pebisnis sukses yang ada saat ini juga melewati proses ini terlebih dahulu.
  • Ada resiko besar untuk gagal. Membuka usaha tidak selamanya indah. Jika kita ternyata gagal, jangan menyerah dan ambil pelajaran dari kegagalan tersebut.

2. Riset Produk

Saat ini hampir semua barang bisa dijual secara online. Mulai dari jasa, makanan ringan, pakaian, barang elektronik, mobil, bahkan properti pun kini bisa dipasarkan secara online.

Tidak hanya jenisnya yang beragam, produk/jasa yang bisa dijual juga memiliki karakteristik masing-masing. Selain faktor harga, barang juga memiliki kualitas yang berbeda-beda. Selain itu ada barang yang lebih banyak dicari orang, sementara barang lain memiliki lebih sedikit peminat.

Jadi sebelum jualan online, pastikan kita sudah melakukan riset mengenai barang apa yang akan dijual. Tidak melulu harus diselaraskan dengan besarnya modal, kita juga bisa memilih barang sesuai dengan pengetahuan kita akan produk/jasa atau memilih produk/jasa sesuai passion kita.

Untuk melakukan riset produk, kita bisa melakukan survey pada situs jual beli online. Pada situs-situs ini biasanya kita bisa melihat benda apa saja yang populer dan dibeli banyak orang. Cara lainnya adalah dengan menelusuri kategori dan sub-kategori produk yang ada lalu pilih salah satu yang potensial.

Setelah memutuskan produk yang akan dijual, ada baiknya jika kita fokus pada satu produk tersebut terlebih dahulu. Jika ingin menjual produk/jasa lainnya, usahakan produk tersebut masih berhubungan. Aneh bukan kalau ada yang menjual gadget dan peralatan kamar mandi di satu toko yang sama?

3. Riset Kompetitor Bisnis Online

Selain riset produk, selanjutnya adalah riset kompetitor. Dengan begitu kita bisa mengetahui tingkat persaingan yang ada jika kita menjual barang yang sama.

Untuk melakukannya, kita bisa kembali melihat situs jual beli online yang ada. Selain itu kita juga bisa cek forum jual-beli dan akun sosial media yang menawarkan barang/jasa yang sama.

Melalui situs-situs ini, kita bisa melihat banyak hal menarik seputar kompetitor kita nantinya. Sebagai contoh, kita bisa mengetahui berapa banyak jumlah penjual barang yang sama lengkap bersama rating, harga, cara pembayaran, kemasan, serta review/testimoni layanan mereka. Jika ada satu hal yang menjadi kelemahan mereka, kita bisa fokus untuk meningkatkan satu poin tersebut.

4. Pilih Metode Jualan Online

Bisnis konvesional umumnya identik dengan menyediakan produk/jasa sendiri lalu memasarkannya kepada orang lain. Namun saat ini, baik produk/jasa yang bisa dijual tidak melulu harus kita buat sendiri. Sebagai contoh, berikut adalah beberapa metode jualan online yang bisa dilakukan tanpa perlu memiliki/membuat produk sendiri:

  • Reseller: Menjadi reseller berarti kita membeli produk tertentu dari supplier dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar. Keuntungan didapat melalui selisih harga yang ada. Salah satu kelebihannya adalah adanya quality control karena barang dan distribusi menjadi tanggung jawab kita. Namun sayang kita harus menyetok barang sendiri dan hal ini bisa berpotensi merugikan jika strategi bisnis kita meleset.
  • Dropshipper: Hampir mirip dengan reseller, bedanya kita tidak perlu membeli dan menyetok barang terlebih dahulu. Barang dari supplier bisa langsung dipasarkan sesuai dengan harga yang kita inginkan. Kita pun tidak perlu repot dengan masalah produksi dan distribusi karena semua ini sudah ditanggung oleh supplier. Sayangnya kita tidak bisa melakukan quality control dengan cara ini karena barang langsung berpindah tangan dari supplier ke konsumen. Selain itu hal ini bisa mengurangi kepercayaan konsumen apalagi jika pada produk tertera nama supplier barang tersebut.
  • Affiliate Marketer: Sistemnya mirip dengan dropshippper di mana kita tidak membuat dan mengirimkan sendiri barang. Namun keuntungan yang didapat berbentuk komisi yang nilainya sudah ditetapkan di awal.

5. Tentukan Platform

Saat ini ada banyak platform untuk memulai bisnis online, mulai dari sosmed, website, atau situs jual beli online. Sebelum memilih, ketahui dulu kekurangan dan kelebihan masing-masing platform tersebut.

Sebagai contoh, sosmed adalah platform yang mudah digunakan untuk jualan online. Cukup upload foto barang dan gunakan keterangan barang sebagai caption. Untuk fitur chat kita bisa memanfaatkan fitur DM atau WhatsApp. Meksi mudah, jualan lewat sosmed relatif lebih sulit dipercaya orang karena tidak ada jaminan rekening bersama yang menjamin keamanan transaksi. Selain itu barang pun sulit untuk difilter oleh pembeli.

Membuat website akan mengatasi semua masalah yang ada pada sosmed meski untuk keamanan pembayaran sama saja karena tidak menggunakan rekening bersama (escrow) yang bisa dipercaya. Meski begitu tingkat kepercayaan orang terhadap website masih jauh lebih tinggi. Sayangnya membuat website bukanlah perkara mudah, apalagi untuk pemula. Jika kita menyewa jasa pembuatan website, harganya bisa cukup mahal.

Cara terakhir yang bisa dicoba adalah jualan online di situs e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Enaknya kita tidak perlu mengincar trafik karena online marketplace seperti ini dikunjungi jutaan orang per harinya. Cara jualan online di tempat ini pun cukup mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

Sayangnya cukup sulit untuk bersaing dengan penjual lain yang sudah lebih dulu ada dan memiliki reputasi yang bai. Adanya sistem rating kadang membuat penjual baru sulit untuk mendapatkan pelanggan pertama mereka. Selain itu harga yang ditawarkan pun harus bisa bersaing ketat agar produk yang sama bisa laku dipasarkan di sini.

6. Promosikan Bisnis Online

Setelah membuka lapak online, jangan hanya pastif dan menunggu pengunjung datang ke lapak tersebut. Promosikan bisnis online tersebut agar usaha kita semakin cepat dikenal dan tersebar luas.

Untuk melakukan promosi, cara yang paling mudah adalah memanfaatkan media sosial. Salah satu caranya adalah memanfaatkan hashtag untuk mempopulerkan dagangan kita.

Sebagai alternatik, kita juga bisa memanfaatkan layanan iklan berbayar seperti Facebook Ads, Google Ads, atau beriklan di instagram. Salah satu kelebihan iklan dengan cara seperti ini adalah iklan bisa tampil pada orang yang menjadi target pasar kita. Dengan begitu promosi akan berjalan lebih efektif karena orang-orang yang melihat iklan kita adalah orang-orang yang memang tertarik dengan produk yang kita jual.

7. Buat Daftar Pelanggan

Mencari pelanggan baru bukanlah hal yang mudah. Makanya ketika kita sudah memiliki pembeli, tetap jaga kontak agar mereka bisa menjadi pelanggan tetap.

Pelanggan baru membutuhkan waktu untuk bisa mengenal, apalagi mau mencoba barang yang kita jual. Butuh kerja ekstra untuk meyakinkan calon pembeli agar tertarik dengan produk/jasa yang kita promosikan. Hal ini berbeda dengan pelanggan yang sudah pernah merasakan layanan kita dan mencoba sendiri produk/jasa yang kita jual. Jika mereka puas, akan lebih mudah bagi mereka untuk kembali ke lapak online kita dan menjadi pembeli tetap.

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id