-->

[ADS] Top Ads

Cara Memulai Bisnis Pampers dan Susu Bayi

PROFIT.web.id - Popok bayi menjadi salah satu barang penting yang dimiliki oleh para orang tua yang masih memilki anak bayi dan balita. Dengan ada popok, orang tua tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu si kecil buang air sembarangan.

Adanya popok semacam ini tentu lebih praktis dibanding memakai popok kain tradisional. Selain mudah dibersihkan, ruangan pun tidak mudah menjadi kotor.

Kebutuhan akan popok semacam ini pun tidaklah sedikit. Tergantung umur si kecil, bayi bisa menggunakan 3-6 popok setiap harinya. Apalagi jika sudah mulai makan, kebutuhan akan popok bisa jadi lebih banyak dari itu.

Maka dari itu, bisnis pampers atau bisnis popok bayi menjadi salah satu peluang bisnis yang tidak boleh dilewatkan. Meski margin keuntungannya tidak terlalu besar, popok adalah salah satu barang yang laris dan tahan lama meski disimpan berbulan-bulan.

Nah, jika ingin mencobanya, simak dulu yuk cara memulai bisnis pampers dan susu bayi berikut ini.

Cara Memulai Bisnis popok Bayi untuk Pemula

cara memulai bisnis pampers dan susu bayi

1. Hitung kebutuhan modal

Sebelum memulai bisnis, kita harus menghitung dulu modal yang dibutuhkan agar kita bisa memperkirakan skema bisnis yang bisa kita jalankan.

Hal yang paling penting tentu adalah produk popok bayinya. Saat modal untuk pembelian popok sudah terpenuhi, kita bisa menghitung-hitung modal yang dibutuhkan untuk menyewa toko/kios dan peralatan lain yang dibutuhkan seperti rak besi atau rak kaca.

Jika modal dirasa kurang, kita bisa memulai bisnis pampers dari rumah sendiri dulu. Saat sudah mulai berkembang, barulah kita bisa mempertimbangkan untuk menyewa kios sendiri.

2. Teliti saat memilih distributor popok bayi

Kecuali popok kain, popok bayi pampers bukanlah produk yang bisa dibuat sendiri. Jadi skema yang umum dilakukan adalah membeli dari distributor untuk dijual kembali.

Salah satu poin penting dalam memilih distributor pampers adalah masalah harga. Agar pembeli mau membeli dari tempat kita, tentu kita harus bisa memberi harga yang jauh lebih bersaing. Jadi memilih distributor yang bisa memberi harga murah tentu akan sangat penting.

Selain itu pastikan juga distributor menyediakan banyak merk berbeda. Dengan begitu kita tidak hanya terpaku untuk menjual 1-2 merk saja, dan bisa memberi pelanggan lebih banyak pilihan.

3. Kenali produk-produk yang laris di pasaran

Meski pampers adalah barang yang awet disimpan, ada baiknya kita memilih produk yang tepat untuk dijajakan. Dengan begitu barang bisa lebih sering terjual dan modal bisa diputar kembali dengan cepat.

Popok bayi sendiri terdiri dari beragam ukuran, jenis, dan merek. Mengetahui mana yang laris di pasaran akan membantu kita mengembangkan bisnis pampers dengan lebih cepat.

4. Kenali produk yang dijual

Saat menjual pampers, lengkapi diri dengan pengetahuan seputar popok bayi. Tidak hanya cara pemakaian dan kegunaannya saja, tapi juga perbandingan antara merek yang ada.

Dengan mengetahui seluk beluk pampers, toko kita akan memiliki nilai plus yang tidak dimiliki kompetitor lain yang menjual produk yang sama.

Hal yang paling bagus adalah dengan mencoba sendiri produk yang kita jual. Dengan begitu kita bisa lebih meyakinkan kustomer mengenai barang yang memang mereka butuhkan.

Namun jika belum bisa mencobanya sendiri, jangan segan untuk menanyakan feedback dari pelanggan yang pernah memakai produk tersebut sebelumnya.

5. Pilih lokasi yang strategis

Sama seperti bisnis lain pada umumnya, lokasi yang strategis bisa menentukan sukses atau tidaknya bisnis yang kita jalani.

Dengan berada di lokasi yang strategis, bisnis pampers kita akan lebih mudah dikenali orang lain yang sedang membutuhkannya. Calon pelanggan pun akan jauh lebih banyak.

6. Promosikan bisnis popok bayi

Jika kita tidak bisa menemukan lokasi jualan yang strategis, lakukanlah promosi untuk memperkenalkan bisnis pampers pada orang lain.

Untuk memulainya, kita bisa melakukan promosi pada lingkungan sekitar, terutama jika kita memutuskan untuk berjualan dari rumah sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan promosi dari mulut-ke-mulut atau melalui akun WhatsApp. Jika ingin memperluas jangkauan promosi, kita juga bisa memanfaatkan media sosial seperti Instagram atau Facebook.

7. Lakukan Cross Selling

Saat bisnis pampers sudah mendapatkan untung yang lumayan, lakukan cross selling dengan menjual produk lain yang masih berhubungan dengan kebutuhan si kecil.

Sebagai contoh, produk lain yang bisa ikut dijual bersama pampers adalah susu bayi, perlengkapan mandi, peralatan makan & minum bayi, makanan MPASI, dan lain sebagainya.

8. Jual secara online

Dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, tidak ada salahnya jika kita ikut memanfaatkannya untuk menjual produk kita. Dengan hanya bermodalkan hape dan internet, kita bisa menjual pampers dan pernak-pernik bayi lainnya dari rumah. Masalah antar barang pun tidak perlu pusing karena kini ada banyak pilihan moda transportasi seperti ojek online. Lagipula perlengkapan bayi menjadi salah satu barang paling diminati di online shop, jadi tidak ada salahnya jika kita ikutan menjualnya secara daring.

Selama harga yang ditawarkan bisa bersaing, jangan takut untuk berjualan online. Toh semuanya bisa dilakukan secara gratis!

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id