-->

[ADS] Top Ads

8 Jenis Risiko Usaha yang Harus Diketahui Pebinsis

PROFIT.web.id - Bisnis sangat erat kaitannya dengan risiko/resiko. Mulai dari modal hingga proses pemasaran, semua memiliki risikonya masing-masing.

Beberapa usaha memiliki risiko yang rendah, namun beberapa lainnya memiliki risiko yang cukup besar. Umumnya semakin besar risikonya, semakin besar pula untung yang bisa didapat.

Risiko sendiri bukanlah hal yang mudah dibendung. Namun dengan mengetahui jenis risiko yang ada, kita bisa meminimalisir risiko agar bisnis bisa berkembang dengan baik dan membawa lebih banyak keuntungan.

Lalu apa sajakah risiko usaha yang harus diketahui sebelum memulai bisnis? Simak terus tulisan ini yah!

Macam-macam Risiko Bisnis yang Dihadapi Pengusaha

jenis-jenis resiko/risiko dalam bisnis

1. Risiko Produksi

Risiko produksi adalah risiko yang terjadi pada saat proses pembuatan produk. Sebagai contoh, produk yang cacat dan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi termasuk dalam kategori risiko produksi.

Efek dari risiko produksi biasanya berupa materi di mana produk cacat yang tidak bisa dijual lagi tentu akan dicatat sebagai kerugian. Namun yang paling bahaya adalah ketika barang tersebut sampai ke tangan konsumen. Tentu kerugiannya bukan lagi hanya berupa materi saja, namun juga reputasi kita sendiri.

2. Risiko Pemasaran

Sesuai dengan namanya, risiko pemasaran tentunya berkaitan erat dengan proses pemasaran produk. Sebagai contoh, risiko pemasaran yang umumnya terjadi adalah kurangnya keterampilan dalam memasarkan produk serta tidak adanya strategi pemasaran yang tepat.

Untuk meminimalkan risiko ini, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah meningkatkan skill pemasaran dengan mengikuti kursus, seminar, maupun workshop.

3. Risiko Finansial

Risiko finansial berhubungan erat dengan jumlah kerugian finansial yang muncul. Sebagai contoh, risiko finansial bisa disebabkan oleh proses produksi yang tidak optimal, proses pemasaran yang tidak efektif, dan masih banyak lagi.

Agar risiko finansial dapat ditekan sekecil mungkin, kita harus bisa melakukan perencanaan keuangan dengan baik.

4. Risiko Sumber Daya Manusia (SDM)

Risiko sumber daya manusia erat kaitannya dengan tenaga kerja. Di antara elemen usaha yang lain, human error adalah sesuatu yang sulit untuk dikontrol. Sumber daya manusia yang baik dapat meningkatkan produktifitas kerja, sementara kualitas sumber daya manusia yang buruk justru bisa menghambat usaha.

Untuk mengatasinya, kita bisa lebih selektif dalam memilih tenaga kerja. Selain itu kita juga bisa memberi contoh yang baik dan menetapkan budaya kerja agar bisa menjadi standar perilaku SDM yang lainnya.

5. Risiko Lingkungan

Limbah produksi menjadi salah satu jenis risiko lain yang harus diketahui pengusaha. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah hasil produksi ini akan menggangu lingkungan dan kehidupan warga sekitar. Resiko terbesar dari hal ini adalah ditutupnya tempat produksi barang yang kita miliki.

Untuk mencegahnya, pilihlah lokasi yang jauh dari pemukiman warga dan memang diperuntukan untuk industri. Agar limbah hasil produksi tidak menimbulkan efek negatif, produsen dapat mengolah limbah terlebih dahulu atau membuangnya di tempat penampungan khusus limbah.

6. Risiko Teknologi

Canggihnya teknologi adalah salah satu hal yang harus bisa dimanfaatkan oleh bisnis. Sebagai contoh, penggunaan mesin untuk meningkatkan efisiensi kerja, penggunaan software untuk administrasi, hingga pemanfaatan sosial media sebagai sarana promosi.

Meski umumnya bisa diandalkan, pemakaian teknologi bukannya tanpa risiko. Kegagalan pada mesin atau telatnya mengadopsi sebuah teknologi bisa menjadi tantangan tersendiri.

Untuk meminimalisir kerugian, kita bisa memberi pelatihan secara berkala, melakukan servis pada mesin secara berkala, hingga mengupdate teknologi yang ada.

7. Risiko Pengembangan

Setiap pebisnis tentunya ingin agar usahanya terus berkembang. Hal ini bisa dilakukan dengan meningkatkan jumlah produksi, membuka cabang baru, mengadopsi teknologi baru, atau memperluas area bisnis yang sudah ada.

Mengembangkan bisnis tentu tidak bisa dilakukan sembarangan, ada banyak hal yang harus diperhitungkan agar proses pengembangan yang dilakukan tidak mematikan bisnis yang sudah ada.

8. Risiko Peraturan Pemerintah

Risiko usaha yang terakhir adalah risiko yang muncul akibat perubahan pada peraturan pemerintah.

Sebagai contoh, adanya pandemi saat ini membuat bisnis tidak bisa berjalan normal. Pemerintah pun mengeluarkan beberapa peraturan agar bisnis tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kesehatan pengunjung dan karyawan.

Hal ini tentu membawa risiko sendiri pada sebuah bisnis. Namun sebagai warga yang baik kita tentu harus taat pada peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah.


Seperti disebutkan di atas, ada banyak risiko bisnis yang harus diwaspadai oleh pengusaha. Semakin besar bisnis yang dijalankan, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung.

Namun dengan mengetahui jenis-jenis risiko pada sebuah bisnis, kita bisa lebih bersiap diri jika suatu saat bisnis mengalami gangguan dan tidak berjalan seperti rencana kita.

2 komentar

  1. Resiko produksi itu paling banyak kejadian kalo di bisnis bakery dan percetakan keluargaku. Roti itu walo mungkin rasany sudah tepat, tapi tampilannya sedikit rusak, ga bisa dipasarkan Krn udh ga sesuai Ama std yang ditetapin .

    Juga dalam bisnis percetakan. Salah cetak undangan, udah pasti harus mengulang sesuai yg diminta pelanggan :D. Makanya bagian QC lgs baweeel kalo udah nemuin cacat produksi gini . Mempengaruhi cost soalnya. :D

    BalasHapus
  2. Waduh, memang paling males kalau sudah ada cacat produksi gini. Dah keluar cost buat bikin barang malah gak bisa dijual dan dapat untung.

    BalasHapus

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id