-->

[ADS] Top Ads

Apa Bedanya Emas Tua dan Emas Muda?

PROFIT.web.id - Saat membeli emas di toko perhiasan, mungkin kita akan asing saat membedakan emas tua dan emas muda. Aneh memang karena istilah ini nampaknya hanya populer di indonesia saja.

Secara singkat, emas muda hanyalah penamaan untuk emas dengan kadar lebih rendah dibanding emas tua. Emas muda memiliki kadar emas di bawah 70%, sementara emas tua memiliki kadar emas yang lebih tinggi.

Meski begitu istilah ini memiliki pengertian yang berbeda-beda di setiap toko perhiasan. Beberapa bahkan hanya mengkategorikan kadar emas di bawah 42% saja sebagai emas muda.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai perbedaan emas tua dan emas muda, silahkan ikuti penjelasan berikut ini.

perbedaan emas tua dan emas muda

Emas Tua vs Emas Muda

Istilah 'muda' dan 'tua' dalam penamaan emas bisa jadi berasal dari penamaan nama di mana 'tua' berarti 'pekat,' seperti biru tua yang warnanya lebih pekat dari biru muda.

Dalam kaitannya dengan emas, emas tua diklaim memiliki warna yang lebih pekat karena lebih banyak mengandung emas.

Emas sendiri dihitung dalam satuan karat dengan nilai tertinggi 24 karat. Semakin tinggi nilainya, maka semakin banyak pula kandungan emas di dalamnya, seperti pada tabel berikut ini:

EMASKANDUNGAN EMAS
24 Karat99,00% - 99,99%
23 Karat94,80% – 98,89%
22 Karat90,60% – 94,79%
21 Karat86,50% – 90,59%
20 Karat82,30% – 86,49%
19 Karat78,20% – 82,29%
18 Karat75,40% – 78,19%
14 Karat58,3% – 41,7%
10 Karat41,7% – 58,3%

Dengan melihat tabel di atas, jika emas muda adalah emas dengan kadar logam emas murni (Au) kurang dari 70%, maka emas 17 karat ke bawah sudah termasuk emas muda.

Perbedaan kadar emas pada emas tua dan emas muda ini akan mempengaruhi harga jual keduanya. Emas muda dengan kandungan emas yang lebih sedikit tentu memiliki harga lebih murah. Sementara emas tua memiliki harga jual lebih tinggi karena lebih banyak mengandung emas.

Cara Mengetahui Kadar Emas Pada Perhiasan

Untuk mengatahui kadar emas pada sebuah perhiasan, cara paling mudah adalah dengan memeriksa bagian dalamnya. Biasanya akan ada cetakan berupa angka yang mengindikasikan kadar emas yang digunakan. Sebagai contoh angka 750 berarti perhiasan mengandung emas 75%, sementara 700, 550, dan 400 masing-masing memiliki kandungan emas sebanyak 70%, 55%, dan 45%.

Selain dengan cara di atas, kita juga bisa melihat sertifikat yang disertakan saat membeli perhiasan tersebut. Pada sertifikat, pembeli bisa melihat beragam info seperti identitas, kadar, bentuk, dan data lain mengenai perhiasan emas tersebut.

Mana yang Lebih Baik, Emas Tua atau Emas Muda?

Melihat kandungan emas di dalamnya, tentu tidak salah jika ada anggapan bahwa emas tua lebih baik dibanding emas muda. Apalagi harganya yang cukup mahal tentu menjadi pertimbangan dalam menilai kualitas sebuah barang.

Meski begitu perlu diketahui bahwa hal ini tidak selalu benar karena emas muda pun memiliki 'value' tersendiri meski kadar emasnya lebih sedikit.

Sebagai contoh, campuran emas dan beberapa logam lainnya bisa membuat emas memiliki warna unik seperti emas pink yang dibuat dengan campuran 75% emas, 20% tembaga, dan 5% seng.

Logam emas sendiri cenderung lunak dibanding logam pada umumnya. Ini membuat emas mudah meleleh pada suhu yang lebih rendah dan mudah berubah bentuk saat mendapatkan tekanan, seperti saat digigit.

Karena itulah, pengrajin perhiasan biasa mencampur emas dengan logam lain seperti perak, tembaga atau seng.

Dari beberapa pendapat para ahli, emas 18 Karat adalah standar kadar kemurnian emas yang ideal untuk dijadikan perhiasan. Selain sudah cukup kuat dan tidak mudah berubah bentuk saat dibuat menjadi perhiasan, nilai jualnya juga masih cukup tinggi.


Bagaimana tidak sulit bukan membedakan emas tua dan emas muda? Dan meski kandungan emasnya lebih sedikit, emas muda juga tetap berharga dan bisa jadi pilihan saat akan mencari perhiasan dengan harga yang lebih terjangkau, meski rasanya tidak cocok untuk dijadikan investasi.

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id