-->

[ADS] Top Ads

5 Pilihan Investasi Jangka Pendek dengan Modal Kecil

PROFIT.web.id - Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang bersifat sementara dan umumnya dilakukan dalam jangka pendek. Rata-rata jenis investasi ini bisa dicairkan hanya dalam waktu kurang dari 12 bulan saja.

Salah satu kelebihan investasi jangka pendek adalah proses pencairannya yang mudah serta bisa dilakukan kapansaja. Tidak hanya itu, investasi jangka pendek juga sering dilakukan untuk mendapatkan untung besar dalam waktu singkat meski risikonya juga tergolong tinggi.

Nah, jika ingin mencoba jenis investasi ini, berikut adalah beberapa contoh investasi jangka pendek yang bisa dilakukan dengan modal kecil.

pilihan investasi jangka pendek dengan modal kecil

1. Deposito

Secara sepintas, deposito sebenarnya mirip dengan tabungan biasa. Bedanya, uang yang diinvetasikan dalam bentuk deposito tidak bisa diambil kapan saja sebelum jatuh tempo.

Meski begitu keuntungan yang diperoleh melalui deposito akan lebih besar dibanding tabungan biasa. Bunga atau imbal hasil yang diberikan bisa mencapai 4-6% per tahunnya.

Dengan waktu jatuh tempo mulai dari 1, 3, 6, atau 12 bulan, deposito bisa jadi investasi jangka pendek yang pas dan minim risiko.

Untuk memulainya pun tidak butuh modal besar. Beberapa bank seperi Bank Syariah Mandiri atau BNI Syariah hanya butuh minimum setoran awal masing-masing Rp2 juta dan Rp1 juta saja.

2. Saham

Investasi jangka pendek berikutnya adalah saham di mana membeli saham artinya kita membeli sebagian kepemilikan perusahaan.

Keuntungan yang didapat dari saham bisa berupa capital gain yang didapat dari selish harga jual-beli saham, atau melalui dividen yang merupakan keuntungan perusahaan yang dibayarkan setiap periode tertentu.

Dibandingkan jenis investasi jangka pendek lainnya, investasi saham bisa mendatangkan keuntungan yang besar dalam waktu yang paling singkat. Meski begitu risikonya juga sangat tinggi dan butuh keahlian khusus sebelum memulai investasi saham.

Modal untuk membeli saham sendiri ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu harga saham perusahaan yang ingin dibeli, fee transaksi sekuritas, serta jumlah saham yang akan dibeli. Namun pada umumnya, modal Rp100.000 saja sudah cukup untuk mulai investasi saham. Selain itu ada tambahan biaya deposit minimun di broker saham meski umumnya tidak sampai Rp1 juta.

3. P2P Lending

P2P lending (peer-to-peer lending) juga bisa jadi pilihan investasi jangka pendek yang patut diperhitungkan. P2P lending sendiri merupakan platform yang mempertemukan peminjam dana dan pemberi dana. Keuntungan nantinya didapat dari bunga pinjaman yang dibayarkan oleh peminjam.

Konsep P2P lending sendiri sebenarnya mirip dengan peminjaman modal pada umumnya. Bedanya proyek yang didanai serta dana dari investor akan dikelola pihak ketiga agar kedua belah pihak bisa merasa aman.

Selain itu layanan fintech P2P lending yang sudah terdaftar OJK juga lebih bisa menjamin keuntungan dan diwajibkan untuk menampilkan TKB90 di website mereka sebagai langkah transparansi.

Memulai P2P lending sendiri tidak butuh modal awal yang besar. Cukup modal Rp50-100 ribu, kita sudah bisa memberi modal pada berbagai macam proyek. Tingkat keuntungan pun dapat diatur sesuai dengan risiko yang ditampilkan pada aplikasi P2P lending tersebut.

4. ORI & SBR

Sesuai dengan namanya, Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) adalah surat yang pengakuan utang yang pembayaran dan bunganya dijamin oleh pemerintah. Dengan surat ini, pemerintah bisa menghimpun dana dari masyarakat untuk membiayai berbagai keperluan negara.

Dengan membeli surat utang tersebut, kita bisa mendapatkan keuntungan melalui bunga yang dikenakannya serta melalui capital gain yang didapat saat kita menjual surat tersebut pada pasar sekunder.

Surat utang negara sendiri dikenal dalam bentuk dua bentuk, yaitu Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Saving Bond Ritel (SBR).

Meski sekilas mirip, keduanya memiliki beberapa perbedaan mendasar. SBR memiliki waktu jatuh tempo 2 tahun, sedangkan ORI 3 tahun. Selain itu pemilik SBR juga bisa mencairkan sebagian dana pokok sebelum jatuh tempo (early redemption). Sedangkan ORI bisa diperjualbelikan pada pasar sekunder setelah berakhirnya masa minimum holding period (MHP).

Terakhir, SBR memberikan imbal hasil berupa bunga mengambang (floating rate) yang disesuaikan denagn perubahan suku bunga Bank Indonesia. Sementara ORI memberikan imbal hasil berupa bunga tetap (fixed rate).

Untuk memulai investasi ini, kamu hanya butuh modal Rp1 juta saja dengan kelipatan pembelian Rp1 juta.

5. Reksadana

Secara singkat, reksadana dapat diartikan sebagai wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi.

Reksadana sendiri terdiri dari berbagai jenis, namun yang termasuk instrumen investasi jangka pendek adalah reksandana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

Pada reksadana pasar uang, dana yang terkumpul akan diinsvestasikan pada instrumen pasar uang seperti surat berharga yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, sertifikat Bank Indonesia, obligasi, atau deposito berjangka kurang dari satu tahun.

Sedangkan pada reksadana pendapatan tetap, dana ayng terkumpul 80%-nya akan dialokasikan pada instrumen surat berharga berbasis utang atau obligasi, baik yang diterbitkan korporasi maupun pemerintah.


Dengan waktunya yang singkat, investasi jangka pendek akan sangat cocok untuk masyarakat pemodal yang ingin menikmati keuntungan dalam waktu singkat.

Pilihan investasi jangka pendek pun sangat beragam dan bisa disesuaikan denganr risiko dan besar keuntungan yang ingin didapat.

Posting Komentar

Menu Halaman Statis

Copyright © 2020

Profit.web.id